Pencegahan Kebakaran Lahan: Disbunnak Gandeng Petani, Beri Bantuan Armada Pemadam Kebakaran
Kebakaran lahan menjadi momok yang menghantui, terutama di musim kemarau. Dampaknya tak hanya merusak lingkungan dan ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan dan perekonomian masyarakat. Menyadari hal ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) mengambil langkah proaktif dengan menggandeng petani dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Disbunnak menyerahkan armada pemadam kebakaran kepada kelompok tani (poktan) yang tergabung dalam program “Poktan Peduli Api.” Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas petani dalam melakukan mitigasi kebakaran lahan secara mandiri dan efektif.
Kepala Disbunnak menyatakan bahwa partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya petani yang berinteraksi langsung dengan lahan, sangat krusial dalam menekan angka kebakaran. “Petani adalah garda terdepan dalam menjaga lahan dari ancaman api. Dengan dukungan armada pemadam kebakaran ini, mereka diharapkan dapat lebih cepat dan tanggap dalam mengatasi potensi kebakaran di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Armada pemadam kebakaran yang diserahkan meliputi berbagai perlengkapan, seperti mesin pompa air bertekanan tinggi, selang pemadam, tangki air, dan alat pelindung diri (APD) bagi para petugas pemadam kebakaran. Selain bantuan peralatan, Disbunnak juga memberikan pelatihan intensif kepada anggota Poktan Peduli Api mengenai teknik pemadaman kebakaran yang aman dan efektif, serta penggunaan dan perawatan peralatan pemadam kebakaran.
Lebih lanjut, Disbunnak mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran lahan dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman api. “Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan hindari tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan. Jika menemukan potensi kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang atau Poktan Peduli Api terdekat,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan ancaman kebakaran lahan dapat diminimalkan, sehingga lingkungan tetap terjaga dan perekonomian masyarakat tetap stabil.
